POLITIK
Jelang Sidang Hasto, Megawati Kumpulkan Kader PDIP: Perkuat Konsolidasi dan Instruksikan Turun ke Bawah
Sabtu, 15 Maret 2025 | Dibaca: 1285 Pengunjung
Sehari sebelum sidang perdana Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumpulkan kader-kadernya di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (13/3). Dalam pertemuan tersebut, Megawati menginstruksikan seluruh kader untuk turun ke bawah guna memperkuat dukungan di akar rumput.
"Ibu (Megawati) menekankan pentingnya turun ke bawah, menjaga soliditas partai, dan tetap fokus pada perjuangan politik," ujar I Wayan Sudirta, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP.
Selain membahas sidang Hasto, pertemuan itu juga menyinggung persiapan Kongres PDIP 2025. Deddy Sitorus, Ketua DPP PDIP yang turut hadir, mengungkapkan bahwa Megawati ingin kader aktif memberikan masukan demi memperkaya agenda kongres mendatang.
"Ini bagian dari konsolidasi partai. Semua komisi akan memberikan pandangan strategis untuk memperkuat arah perjuangan PDIP ke depan," jelasnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting PDIP, di antaranya, Dede Indra Permana Soediro (Wakil Ketua Komisi III DPR), Sudin, Stevano Rizki Adranacus, Saparudin, Nasyirul Falah, dan Gilang Dhiela Faraez, Sekretaris Fraksi PDIP DPR Dolfie Othniel Frederic Palit, Ronny Talapessy (Tim Hukum Hasto Kristiyanto).
Mereka tiba di kediaman Megawati sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengenakan seragam merah khas partai.
Sidang Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta akan dimulai pada Jumat (14/3), dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa KPK. Hasto didakwa atas dua kasus yakni dugaan suap dalam pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR 2019–2024 dan upaya perintangan penyidikan dalam kasus buronan Harun Masiku
PDIP pun menambah deretan pengacara ternama untuk membela Hasto, termasuk mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah. Tim hukum ini dipimpin oleh Ronny Talapessy, yang menegaskan kesiapan mereka dalam menghadapi persidangan.
"Kami telah menyiapkan strategi hukum untuk membela Pak Hasto. Proses persidangan akan kami kawal dengan maksimal," kata Ronny dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Rabu (12/3).
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, yang menerima suap agar Harun Masiku bisa masuk ke DPR melalui mekanisme PAW. KPK menduga bahwa Hasto terlibat dalam pemberian uang Rp 600 juta kepada Wahyu Setiawan, yang dilakukan melalui perantara.
Selain itu, Hasto juga disebut menghalangi penyidikan, dengan mengarahkan saksi untuk tidak memberikan keterangan yang sebenarnya kepada KPK. Ia bahkan dituduh menyuruh seorang penjaga rumah, Nur Hasan, agar meminta Harun Masiku merendam ponselnya dalam air dan melarikan diri.009
TAGS :